Demonstrasi Pembuatan PMT Lokal Menginspirasi Masyarakat Gorontalo Utara
ANDREANSYAH DAUD | 16 Juni 2023 | Dibaca 143 kali | DINAS KESEHATAN

Kegiatan Posyandu di Deme I, Kecamatan Sumalata Timur Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (15/06/2023)

Suasana hangat dan penuh antusiasme meliputi kegiatan Posyandu di Desa Deme I, Kecamatan Sumalata Timur Kabupaten Gorontalo Utara. Terlihat interaksi sosial terjalin penuh keceriaan antara ibu-ibu, balita, kader kesehatan, dan juga petugas kesehatan dari Puskesmas.


Namun, yang membuat kegiatan ini semakin menarik adalah adanya demonstrasi unik yang mengedukasi masyarakat tentang pembuatan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) berbahan lokal. Demonstrasi ini bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga membuka peluang kreativitas dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan ibu hamil.


Bersama dengan Ketua Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo Utara, Nyonya Mariati Modanggu Mohammad, dan Ketua Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, para pengunjung Posyandu diajak dalam petualangan kuliner sehat.


Dalam demonstrasi tersebut, tim ahli gizi Puskesmas Dulukapa mengungkapkan rahasia memanfaatkan bahan-bahan lokal yang melimpah di sekitar mereka untuk menciptakan hidangan bergizi yang menggiurkan.


Mulai dari singkong, kacang-kacangan, sayuran segar, hingga buah-buahan lezat, semua bahan ini menjadi bintang dalam proses pembuatan PMT berbahan lokal yang sangat menggugah selera.


Bahan-bahan tersebut diolah, menjadi berbagai jenis makanan yang diklasifikasi dalam 4 kelompok usia berdasarkan kemampuan mencerna makanan. 4 kelompok usia anak tersebut yakni 6 sampai 8 bulan, 9 sampai 11 bulan, 12 sampai 23 bulan, dan 24 sampai 59 bulan.


Ahli gizi yang berpengalaman secara interaktif memberikan penjelasan tentang manfaat dan kandungan gizi yang terkandung dalam setiap bahan lokal yang digunakan. Para pengunjung Posyandu merasa akrab dengan bahan-bahan ini karena mereka sering ditemukan di kebun mereka sendiri.


Semangat dan antusiasme para ibu-ibu yang hadir menjadi semakin tinggi ketika mereka menyadari potensi besar dari sumber daya lokal yang telah terabaikan.


Belum cukup sampai di situ, para pengunjung diajak untuk terlibat secara langsung dalam demonstrasi tersebut. Mereka diajak merasakan keseruan memegang alat-alat dapur, mencampur bahan-bahan, dan mengolahnya menjadi hidangan yang lezat.


Semua itu dilakukan dengan suguhan penjelasan yang jelas dan ringan dari ahli gizi. Peserta demonstrasi merasakan semangat inovatif dalam menciptakan hidangan sehat dengan sentuhan lokal.


“Bahan-bahan ini sangat mudah ditemui, di kebun, pasar, bahkan kalau mau, ibu-ibu bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk mengembangbiakkan buah-buahan dan sayuran yang menjadi bahan utamanya (dari PMT tersebut)," kata Rinu Gusrandah, S.Gz, salah seorang ahli gizi yang terlibat dalam demonstrasi.


"Perlu diingat, semua PMT disini, untuk anak di atas 6 bulan, sebab dibawah (usia) itu, harus diberikan ASI eksklusif, dalam arti tidak boleh ada makanan tambahan lain," lanjutnya.


Reaksi positif tidak dapat dipungkiri. Para pengunjung Posyandu merasa terinspirasi oleh demonstrasi PMT berbahan lokal ini.


Ditemui di sela-sela acara, Mariati Mohammad berkata dengan ceria, PMT berbahan lokal tidak hanya menghemat pengeluaran sehingga memiliki nilai ekonomis, tetapi juga memastikan kualitas nutrisi yang optimal untuk seluruh anggota keluarga. Dirinya juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, PKK, dan masyarakat dalam memaksimalkan potensi yang ada.


 "Kami ingin masyarakat Gorontalo Utara merasakan kebahagiaan sekaligus kelezatan dalam hidangan mereka. Demonstrasi ini adalah langkah kecil menuju perubahan besar dalam gaya hidup sehat dan memperkenalkan bahan lokal yang tak ternilai harganya," tuturnya, Kamis (15/06/2023).


Tidak dapat disangkal bahwa demonstrasi pembuatan PMT berbahan lokal ini memberikan sentuhan segar pada kegiatan Posyandu. Masyarakat Gorontalo Utara kini semakin sadar akan pentingnya gizi seimbang dan kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya lokal.


Kehadiran Ketua Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo Utara dan Ketua Penggerak PKK Provinsi Gorontalo sebagai penyemangat utama membuat kegiatan ini semakin membara.


"Kami ingin mendorong terbentuknya budaya mengolah bahan-bahan lokal menjadi makanan gizi. Langkah ini tidak hanya bermanfaat secara kesehatan, tetapi juga mendukung perekonomian lokal dan kelestarian lingkungan." kata Mariati Mohammad.


Dengan melestarikan budaya mengolah PMT berbahan lokal semacam ini, masyarakat menjadi lebih siap untuk merajut gaya hidup sehat yang berakar pada kekayaan lokal mereka. (andre)

BAGIKAN :



Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin